Alhamdulillah akhirnya punya blog sendiri utk berbagi pengalaman hobby "baru" HIDROPONIK yg semula hanya punya keyakinan bondo nekat "BONEX" di cuaca Surabaya yg panas, dan rasa2nya pesimis bisa tumbuh subur seperti sekarang
Sawi
Sawi diatas awalnya dari pembenihan awal mula tumbuh tinggi menjulang atau bahasa kerennya dari "suhu-suhu" Hidroponik .. "KUTILANG". Dari 6 bibit yg sama dan rata2 memang kutilang, hanya satu yg berhasil tumbuh subur. Namanya juga baru belajar dari dan alhamdulillah ketahuan juga kenapa tidak bisa tumbuh subur seperti yg diatas... salah mengukur berapa ml nutrisi cair yg harus dicampurkan ke dalam air 1 liter..hehehehehe..... :)
pembibitan dengan menggunakan media Rockwoll dengan instalasi atap gelombang plastik
awal2 waktu pembibitan, semua media tanam sudah saya coba, dimana masing2 punya kelebihan dan kelemahan, mulai :
- Rockwoll.
- Glasswoll
- Arang sekam
- Pupuk ( bahasa jawanya rabuk)
semuanya bisa, namun untuk media tanam arang sekam dan pupuk/rabuk, utk memisahkan akar dari sisa sekam atau tanah biasanya saya celupkan bibit yg sudah muncul 2-3 daun sejati tersebut ke air sambil "dikipat2kan" bahasa jawanya :)... sehingga tanah / sekam terpisah dari akar dan akar tidak akan rusak. Setelah akar tadi sdh tampak bersih barulah akar tersebut "diselimuti" dengan rockwoll,atau glasswoll dan dapat dipindah ke instalasi pvc, atau atap gelombang yg seperti . saya pakai sekarang.
Dan setelah cukup besar, barulah saya pindah ke instalasi HIDROPONIK , dimana saya memakai pipa pvc dan juga instalasi atap gelombang semen ( bukan asbes) diatasnya ditutup dengan stereo foam yg dilubangi ...yg semua gelombangnya saya tutup dengan plastik hitam besar ( yg biasanya utk sampah kantor) ukuran besar sehingga aliran air melewati plastik. ( terima kasih petaniteguh.blogspot.com ).. matur nuwun sanget atas ilmunya
| BAYAM BERCAK MERAH |
| BAYAM BERCAK MERAH WAKTU PANEN :) |
| SAWI DAGING |
Aneka sawi, kemangi atau bahasa kerennya di Hell Kithcen Basil hehehehee, Bayam hijau, bayam bercak merah, brokoli ( belum muncul bunganya) alhamdulillah tumbuh subur di Surabaya meskipun di Desember 2015 antara panas, mendung, hujan bercampur aduk tidak rata.
Dan... jadilahh tumis bayam bercak merah ala petemon bikinan sang istri..nyamm2..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar